Assalamualaikum Brothers

Jumat, 12 February 2016. Tidak terasa sudah hari jumat lagi. Seperti biasa, saya pun langsung bergegas berwudhu dan menyiapkan diri untuk shalat jumat di York Islamic Center. Siang ini, suhu diluar terasa lebih hangat dibanding hari-hari kemarin, mungkin sekitar 10 derajat celcius. Dengan berpakaian bersih ditambah sedikit wewangian saya pun berangkat, bersiap mengayunkan langkah selama 30 menit kedepan. Selama perjalanan ke masjid, selain lalu lalang kendaraan dan beberapa pejalan kaki yang sedang asyik ngobrol dengan perantara gadget mereka, terlihat beberapa pohon mulai mengeluarkan puncuk daun serta bunganya yang menandakan musim semi segera datang.

shalat jumat york city
Menuju Masjid York. Early Spring ?

Masjid sekaligus Islamic Center kota York, yang berada di area Bull Lane ini, dibangun pada tahun 1982. Berdasarkan website resmi masjid kota York, 40 tahun yang lalu komunitas muslim di kota ini melakukan peribadatan hanya di sebuah rumah, namun dengan berkembangnya komunitas dan ditambah banyaknya mahasiswa muslim yang datang ke York dari berbagai penjuru dunia, dibangunlah sebuah bangunan masjid yang sekaligus berfungsi sebagai islamic center kota York. Saat ini masjid York mengalami renovasi kembali, yang sebelumnya satu lantai akan berubah menjadi bangunan 2 lantai dengan berbagai fasilitas didalamnya. Seperti ruang utama masjid yang akan menampung lebih dari 600 jamaah, kantor dan ruang rapat, ruang penginapan untuk musafir, dapur serta ruang fasilitas lainnya yang dapat digunakan oleh masyarakat umum.

new york mosque

Karena saya sudah berwudhu sejak di rumah, saya pun langsung masuk ke ruang utama masjid untuk melaksanakan shalat sunnah dilanjutkan kegiatan sunnah lainnya yaitu membaca surat al kahfi. Karena banyaknya komunitas muslim di kota York, pelaksanaan shalat jumat dilakukan sebanyak 2 kali secara begantian,sehingga jamaah dapat nyaman melaksanakan ibadah tanpa harus berdesak-desakan. Khutbah jumat di sampaikan dalam bahasa Inggris oleh imam masjid. Salah satu keindahan islam yang yang saya temukan adalah, dalam masjid York ini saya shalat bersama dengan saudara-saudara muslim lainnya dari berbagai negara dan dengan latar belakang mazhab yang berbeda.

Kalau di indonesia kadang kita masih meributkan masalah fiqih seperti qunut dan gerakan telunjuk saat tahiyat akhir, di sini saya mendapatkan lebih dari itu, contohnya tidak bersedekap setelah takbiratul ihram yang lazim dilakukan oleh (tebakan saya) saudara-saudara muslim dari negara-negara afrika utara seperti Maroko dengan Mazhab Imam Maliki.

shalat jumat york city
Jamaah shalat jumat keluar masjid dan menikmati jajanan di area parkir masjid.

Setelah shalat jumat, para jamaah biasanya langsung berdoa masing-masing dan melaksanakan shalat sunnat 2 rakaat, setelah itu kemudian bergegas keluar masjid untuk memberikan kesempatan para jamaah yang akan melaksanaknn shalat jumat di “kloter” yang ke-2. Pada saat selesai shalat jumat inilah biasanya para jamaah saling bertegur sapa, kadang diselingi dengan jajan makanan yang dijual pengurus di area parkir masjid. Setelah memakai sepatu dan jaket saya pun langsung mengalihkan pandangan ke area parkir dan berusaha mencari wajah-wajah melayu-Indonesia untuk sekedar bertegur sapa. Akhirnya pandangan mata terhenti pada beberapa pemuda yang sedang asyik mengobrol, dan saya pun langsung bergegas menuju mereka sambil mengucap salam.

Assalamualaykum brothers. Indonesian ?

No..We’re Malaysian ..

(ups… wajahnya mirip bgt sama orang indonesia. hehe..)

shalat jumat york city
Ruang utama dan area parkir masjid

Karena ngucapin salam perkenalan duluan, ya akhirnya pede aja dilanjutkan dengan ngobrol ngalor ngidul sebagaimana umumnya. Menanyakan kabar,  di Malaysia tinggalnya  dimana, di kota York bekerja atau sebagai mahasiswa, dan lain-lain. Setelah cukup lama ngobrol, akhirnya kami pun saling pamit dan kembali ke aktivitas masing-masing, ada yang kembali bekerja ada juga ke universitas. Sedangkan saya seperti biasa tiap jumat, harus ke supermarket halal milik warga Pakistan yang tidak jauh dari area masjid, untuk membeli bahan makanan. Dan saya pun siap mengayunkan kaki kembali selama 30 menit kedepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *